Selasa, Desember 08, 2009

PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM

Pendahuluan

Kegiatan pengembangan kurikulum membutuhkan perencanaan dan sosialisasi, agar pihak-pihak terkait memiliki persepsi dan tindakan yang sama. Pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan kurikulum meliputi pakar ilmu pendidikan, khususnya pakar pengembangan kurikulum dan teknologi pendidikan, yang bertindak sebagai tenaga ahli atau konsultan kurikulum.

Di tingkat pusat, tingkat provinsi, serta kabupaten atau kota, masing-masing pihak berkaitan, baik secara struktural maupun secara fungsional dalam pengelolaan, pengembangan, implementasi, pengawasan, dan perbaikan kurikulum.

Administrasi Pendidikan tingkat pusat dan daerah juga memiliki tugas dan tanggung jawab, baik dalam penyusunan kerangka kurikulum, maupun dalam pengembangan dan penilaiannya. Supervisor (pengawas) bertugas memberikan bimbingan profesional, baik dalam aspek akademik maupun manajerial kepada guru-guru, sedangkan kepala sekolah bertanggung jawab sebagai pimpinan sekolah yang mengkordinasikan dan mengawasi pelaksanaan kurikulum di sekolahnya.

Pada dasarnya, organisasi sosial kemasyarakatan, asosiasi industri dan bisnis, persatuan atau asosiasi keilmuan (profesi) dan lembaga atau tokoh keagamaan, sebaiknya menjadi pihak-pihak yang terlibat aktif dalam proses pengembangan kurikulum.


Untuk mendapatkan makalah selengkapnya klik link download

MULTIPLE INTELLIGENCES KECERDASAN MENURUT HOWARD GARDNER & IMPLEMENTASINYA (STRATEGI PENGAJARAN DIKELAS)

Howard Gardner lahir 11 Juni 1943, ia masuk Harvard pada tahun 1961, dengan keinginan awal, masuk Jurusan Sejarah, tetapi di bawah pengaruh Erik Erikson, ia berubah mempelajari Hubungan-sosial (gabungan psikologi, sosiologi, dan antropologi), dengan kosentrasi di psikologi klinis. Lalu ia terpengaruh oleh psikolog Jerome Bruner dan Jean Piaget. Setelah Ph.D di Harvard pada tahun 1971 dengan disertasi masalah “Sensitivitas pada anak-anak”, Gardner terus bekerja di Harvard, di Proyek Zero. Didirikan pada tahun 1967, Proyek Zero dikhususkan kepada kajian sistematis pemikiran artistik dan kreativitas dalam seni, serta humanistik dan disiplin ilmu, baik di tingkat individu dan kelembagaan. Kecerdasan kata Gardner, merupakan kemampuan untuk menangkap situasi baru serta kemampuan untuk belajar dari pengalaman masa lalu seseorang. Kecerdasan bergantung pada konteks, tugas serta tuntutan yang diajukan oleh kehidupan kita, dan bukan tergantung pada nila IQ, gelar perguruan tinggi atau reputasi bergengsi.

Untuk Makalah selengkapnya klik link download

Soal Ulangan Semester Ganjil Mata Pelajaran Fisika Kelas XII

Soal Ujian ini boleh dibahas di rumah !
Untuk Mendownload Soalnya klik di bawah ini

Soal Ujian Fisika Kelas XII Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010
Hari/Tanggal Pelaksanaan : Rabu, 9 Desember 2009
Pukul : 07.30 - 09.30 WIB

Selasa, Juni 09, 2009

Produk Desain Instruksional Mata Pelajaran Fisika Sekolah Menengah Atas (SMA) Kelas X Semester 1

PENDAHULUAN

Perencanaan proses pembelajaran sangat dibutuhkan oleh seorang guru sebagai fasilitator dalam kelas, oleh karena itu sebelum terjun langsung ke kelas sebaiknya seorang guru mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran atau skenario pembelajarannya dengan baik. Perencanaan pembelajaran yang dikembangkan sebaiknya mengikuti kaidah-kaidah pengembangan desain instruksional secara sistematis dan benar.

Sebelum seorang pengembang instruksional membuat produk desain instruksional yang baik, harus melakukan delapan langkah-langkah, sesuai dengan bagan model pengembangan instruksional, Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pengembangan desain intsruksional, sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi Kebutuhan Instruksional dan Menuliskan Tujuan Instruksional Umum (TIU).
  2. Melakukan Analisis Instruksional.
  3. Mengidentifikasi Perilaku dan Karakteristik Awal Siswa.
  4. Menuliskan Tujuan Instruksional Khusus (TIK).
  5. Menulis Tes Acuan Patokan.
  6. Menyusun Strategi Instruksional.
  7. Mengembangkan Bahan Instruksional.
  8. Mendesain dan Melaksanakan Evaluasi Formatif.

Dalam melaksanakan desain instruksional, delapan langkah-langkah tersebut sangat penting. Dari setiap langkah tersebut memiliki fungsi dan tujuan masing-masing, seperti halnya langkah pertama analisis kebutuhan berfungsi menentukan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai kesenjangan antara yang seharusnya dimiliki siswa dengan apa yang telah ia miliki atau pengidentifikasian masalah yang dihadapi untuk dipecahkan.


Selengkapnya Download di Sini ....

Lampiran-Lampiran:
1. Analisis Instruksional
2. Kunci Soal Tes
3. Bahan Ajat (Modul dan Bahan Presentasi)
4. Lembar penilaian Afektif dan Psikomotorik

Analisis SWOT untuk Menentukan Kebijakan Strategis SMA Negeri 2 Muara Beliti

I. PENDAHULUAN

a. Latar Belakang

SMA Negeri 2 Muara Beliti didirikan pada tahun 2005, sejak itu SMA Negeri 2 Muara Beliti selalu berupaya ikut dalam usaha peningkatkan mutu pendidikan khususnya di Kabupaten Musi Rawas. Banyak hal yang telah dilakukan oleh SMA Negeri 2 Muara Beliti, baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Di antaranya dapat dilihat dari pencapaian rata-rata nilai Ujian Akhir Nasional selama tiga tahun berturut-turut yang selalu meningkat dan prestasi-prestasi yang diraih, baik dibidang akademik maupun non akademik.

SMA Negeri 2 Muara Beliti memiliki manajemen sekolah yang baik, solid dan terpadu. Sekolah ini juga menerapkan disiplin yang tinggi terhadap guru dan siswa serta selalu berusaha menciptakan suasana kekeluarga antara seluruh warga sekolah sehingga tumbuh rasa saling menghargai, menghormati dan menyayangi antar sesama. SMA Negeri 2 Muara Beliti sudah memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang manajemen sekolah dan proses pembelajaran. Selain itu, sekolah ini didukung oleh kepemimpinan yang kuat dari kepala sekolah dan memiliki guru yang mempunyai motivasi yang tinggi dan kompetensi akademik sesuai dengan mata pelajaran diajarnya, memiliki integritas yang tinggi, kepribadian yang baik, dan berpengalaman. Secara letak SMA Negeri 2 Muara Beliti sangat strategis yang terletak di pusat ibukota kabupaten Musi Rawas dan berdiri tepat di depan jalan Lintas Sumatera yang merupakan jalur kenderaan antar propinsi seperti Bandar Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, dan propinsi lainnya dan merupakan jalur yang dilewati oleh kenderaan antar kabupaten dalam propinsi Sumatera Selatan itu sendiri, di antaranya kabupaten Muara Enim, Lahat, Empat Lawang, Pagar Alam, dan Musi Banyuasin.

Berpijak dari kondisi yang ada, maka perlu pengembangan aspek-aspek pendidikan secara berkesinambungan untuk menyukseskan SMA Negeri 2 Muara Beliti sebagai Sekolah Standar Naisonal (SSN).


Selengkapnya Download di Sini :
1. Analisis SWOT SMA Negeri 2 Muara Beliti
2. Rencana Program Jangka Pendek, Menengah dan Panjang