Tampilkan postingan dengan label Bahan Ajar Fisika SMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahan Ajar Fisika SMA. Tampilkan semua postingan

Selasa, Januari 26, 2010

Prediksi Soal UN Fisika SMA/MA Tahun 2010

Seberat apapun UNAS mendatang, seharusnya kita punya keyakinan bahwa kita optimis akan LULUS. Banyak bentuk usaha yang lebih mulia yang dapat kita lakukan, diantaranya dapat membahas soal UN tahun-tahun lalu, membuat prediksi soal UN Tahun ini, dan lain-lain. Kenapa semua orang menganggap bahwa ujian nasional sangat memberatkan, padahal nyata-nyata standar yang dipakai pada setiap kelulusan di Indonesia hingga saat ini masih sangat rendah. Kalau semua orang bilang ini dikarenakan sistem Ujian nasional yang salah oleh pemerintah tentu tidak representatif. Ini hanya tindakan orang-orang bodoh yang ingin mencapai kelulusan dengan cara tidak wajar. Bukankah kita sudah dibekali otak untuk berfikir?

Lulus UNAS adalah target, standar yang dari tahun ke tahun terus meningkat, mari kita sikapi dengan bijak. Seperti halnya yang dilakukan oleh SMA Negeri 2 Muara Beliti, para guru setiap bidang studi melakukan pelajaran tambahan di sore hari bagi anak kelas XII untuk membahas soal-soal UN tahun-tahun lalu, soal-soal dari Bank Soal yang didapatkan dari berbagai sumber, soal prediksi dari berbagai pihak yang didapatkan dari berbagai sumber dan membuat soal prediksi sendiri juga, lalu diujikan dan dibahas bersama para siswa.

Berikut Ini adalah naskah prediksi soal UN Fisika SMA Tahun 2010 yang disusun sesuai Standar Kelulusan yang akan diujikan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 75 Tahun 2009 Tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) Tahun Pelajaran 2009/2010.

Sekian semoga bermanfaat! Maju terus pendidikan Indonesia, "Indonesia Bisa".

Selasa, Desember 08, 2009

Rabu, Maret 11, 2009

Rusipal: Naskah Prediksi Soal UN Fisika Tahun 2009 (Naskah 2)

Ini adalah naskah prediksi soal Fisika UN SMA Tahun 2009 yang disusun sesuai standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator yang akan di ujikan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 77 Tahun 2008 Tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (Sma/Ma) Tahun Pelajaran 2008/2009.

Klik di sini untuk download file

Jumat, Januari 16, 2009

SEBUAH MAKNA DI BALIK BUNYI

Suatu hari, seseorang dari desa mengunjungi temannya di kota. Bunyi ribut mobil-mobil dan derap orang yang lalu-lalang sangat menganggu orang desa itu. Kedua orang itu kemudian berjalan-jalan dan tiba-tiba orang desa itu berhenti, menepuk pundak temannya dan berbisik, “Berhentilah sebentar. Apakah kamu mendengar suara yang kudengar?”

Teman kotanya itu menoleh ke arah orang desa itu sambil tersenyum, dan kemudian berkata, “Yang saya dengar hanyalah suara klakson mobil serta suara orang lalu-lalang. Apa yang kau dengar?” “Ada seekor jangkrik di dekat sini dan saya bisa mendengar suara nyanyiannya.” sahut orang desa itu.

Teman dari kota itu mendengarkan dengan penuh perhatian, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, “Saya pikir kamu hanya bergurau. Tidak ada jangkrik di sini. Dan seandainya ada, bagaimana orang bisa mendengar suaranya di tengah kebisingan jalan ini? Jadi kamu pikir kamu bisa mendengarkan suara seekor jangkrik?” Kata orang desa itu, “Ya! Ada satu ekor yang bernyanyi di sekitar sini sekarang.”

Orang desa itu berjalan ke depan beberapa langkah, lalu berdiri di samping tembok suatu rumah. Di situ ada tanaman yang tumbuh merambat. Orang desa itu memetik beberapa daun, dan di atas daun itulah terdapat seekor jangkrik yang bernyanyi keras sekali.

Teman dari kota itu kini bisa melihat jangkrik itu, dan dia pun mulai bisa mendengarkan suara nyanyiannya. Ketika mereka kembali berjalan-jalan, orang kota itu berkata kepada teman desanya, “Kamu secara alami bisa mendengar lebih baik dari kami.” Orang desa itu tersenyum dan kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berkata, “Saya tidak setuju dengan pendapatmu. Orang desa tidak bisa mendengar lebih baik daripada orang kota. Sekarang lihat, saya akan memperlihatkannya kepadamu!”

Lalu, orang desa itu mengambil uang logam dan menjatuhkannya di trotoar. Bunyi uang logam itu membuat banyak orang menoleh ke arahnya. Kemudian orang desa itu memungut uang logam itu dan menyimpannya kembali di kantungnya, dan kedua orang itu kembali berjalan-jalan.

Kata orang desa itu, “Tahukah kamu sobat, suara uang logam itu tidak lebih keras daripada nyanyian jangkrik tadi. Meski demikian, banyak orang kota mendengarnya dan menoleh ke arahnya. Di lain pihak, saya adalah satu-satunya orang yang mendengar suara jangkrik itu. Alasannya tentu bahwa bukan orang desa bisa mendengar lebih baik daripada orang kota. Tidak. Alasannya adalah bahwa kita selalu mendengar dengan lebih baik hal-hal yang biasanya kita perhatikan.”

Seringkali ketika kita dalam masalah, kita berteriak memohon pertolongan pada Allah, dan kita merasa Dia diam saja. Ketika membaca cerita ini kita jadi sadar, sebabnya bukan karena Allah tidak menjawab, tapi karena kita lebih fokus pada diri kita sendiri dan permasalahannya daripada fokus pada Allah dan pertolongan-Nya. Kita memasang telinga agar Allah menjawab sesuai dengan keinginan dan cara kita dan menolak suara Allah yang mengatakan bahwa Dia menyediakan jalan lain yang lebih baik!


Copy by Rusipal From Agoesramdhanie on: Januari 16, 2009