Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan

Selasa, Desember 08, 2009

TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Pada tahun 1960-an teknologi pendidikan menjadi salah satu kajian yang banyak mendapat perhatian di lingkungan ahli pendidikan. Pada awalnya, teknologi pendidikan merupakan kelanjutan perkembangan dari kajian-kajian tentang penggunaan Audiovisual, dan program belajar dalam penyelenggaraan pendidikan. Kajian tersebut pada hakekatnya merupakan usaha dalam memecahkan masalah belajar manusia (human learning). Solusi yang diambil melalui kajian teknologi pendidikan bahwa pemecahan masalah belajar perlu menggunakan pendekatan-pendekatan yang tepat dengan banyak memfungsikan pemanfaatan sumber belajar (learning resources).
Perkembangan kajian teknologi pendidikan menghasilkan berbagai konsep dan praktek pendidikan yang banyak memanfaatkan media sebagai sumber belajar. Oleh karena itu, terdapat persepsi bahwa teknologi pendidikan sama dengan media, padahal kedudukan media berfungsi sebagai sarana untuk mempermudah dalam penyampaian informasi atau bahan belajar. Dari segi sistem pendidikan, kedudukan teknologi pendidikan berfungsi untuk memperkuat pengembangan kurikulum terutama dalam disain dan pengembangan, serta implementasinya, bahkan terdapat asumsi bahwa kurikulum berkaitan dengan “what”, sedangkan teknologi pendidikan mengkaji tentang “how”. Dalam kaitannya dengan pembelajaran, teknologi pendidikan memperkuat dalam merekayasa berbagai cara dan teknik dari mulai tahap disain, pengembangan, pemanfaatan berbagai sumber belajar, implementasi, dan penilaian program dan hasil belajar.
Berdasarkan sejarah perkembangannya, istilah teknologi pendidikan mulai digunakan sejak tahun 1963, dan secara resmi diikrarkan oleh Association of Educational and Communication Technology (AECT) sejak tahun 1977, walaupun adakalanya terjadi overlapping penggunaan istilah tersebut dengan teknologi pembelajaran. Namun, kedua istilah tersebut masih terus digunakan sesuai dengan pertimbangan penggunanya. Finn (1965) mengungkapkan bahwa di Inggris dan Kanada lebih lazim digunakan istilah teknologi pendidikan, sedangkan di Amerika Serikat banyak digunakan istilah teknologi pembelajaran. Tapi adakalanya kedua istilah tersebut digunakan secara serempak dalam kegiatan yang sama. Dan akhir-akhir ini berkembang konsep bahwa teknologi pembelajaran lebih layak digunakan untuk konteks penyelenggaraan pengajaran.

Untuk mendapatkan makalah selengkapnya klik link download

Dicopy dari: http://ro3d7.files.wordpress.com/2008/05/teknologi-pendidikan.doc


PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM

Pendahuluan

Kegiatan pengembangan kurikulum membutuhkan perencanaan dan sosialisasi, agar pihak-pihak terkait memiliki persepsi dan tindakan yang sama. Pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan kurikulum meliputi pakar ilmu pendidikan, khususnya pakar pengembangan kurikulum dan teknologi pendidikan, yang bertindak sebagai tenaga ahli atau konsultan kurikulum.

Di tingkat pusat, tingkat provinsi, serta kabupaten atau kota, masing-masing pihak berkaitan, baik secara struktural maupun secara fungsional dalam pengelolaan, pengembangan, implementasi, pengawasan, dan perbaikan kurikulum.

Administrasi Pendidikan tingkat pusat dan daerah juga memiliki tugas dan tanggung jawab, baik dalam penyusunan kerangka kurikulum, maupun dalam pengembangan dan penilaiannya. Supervisor (pengawas) bertugas memberikan bimbingan profesional, baik dalam aspek akademik maupun manajerial kepada guru-guru, sedangkan kepala sekolah bertanggung jawab sebagai pimpinan sekolah yang mengkordinasikan dan mengawasi pelaksanaan kurikulum di sekolahnya.

Pada dasarnya, organisasi sosial kemasyarakatan, asosiasi industri dan bisnis, persatuan atau asosiasi keilmuan (profesi) dan lembaga atau tokoh keagamaan, sebaiknya menjadi pihak-pihak yang terlibat aktif dalam proses pengembangan kurikulum.


Untuk mendapatkan makalah selengkapnya klik link download