Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Senin, Januari 03, 2011

JADWAL PELAKSANAAN SNMPTN 2011

Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) merupakan jalur tes masuk PTN dengan beaya murah dibandingkan  Seleksi Mandiri yang diadakan oleh beberapa PTN favorit. Itulah salah satu alasan mengapa dari tahun ke tahun  jumlah peserta SNMPTN (dulu SPMB/UMPTN/SIPENMARU) selalu membludak. Hal ini pasti akan terulang pada SNMPTN tahun 2011 yang  pelaksanaan ujian tulisnya kemungkinan pada pertengahan bulan Juni 2011.
Untuk perkiraan jadwal SNMPTN 2011 selengkapnya di dalam tabel di bawah.
Kegiatan                                   Waktu
Pendaftaran peserta               bulan Mei 2011
Tes Potensi Akademik           pertengahan Juni 2011
Tes Bidang Studi Dasar         pertengahan Juni 2011
Tes Bidang Studi IPA            pertengahan Juni 2011
Tes Bidang Studi IPS            pertengahan Juni 2011
Ujian Keterampilan               pertengahan Juni 2011
Pengumuman Hasil Ujian       pertengahan Juli 2011
* Pendaftaran peserta SNMPTN dilaksanakan secara online di situs http://www.snmptn.ac.id
* Bagi calon peserta yang mengalami kesulitan dalam melakukan pendaftaran secara online bisa menghubungi Panitia Pelaksana SNMPTN di lokasi yang bersangkutan atau meminta bantuan di sentral telepon otomatis (STO) PT Telkom.
* Calon peserta dengan tahun ijazah 2009 dan 2010, disarankan untuk melaksanakan pendaftaran peserta pada awal dibukanya pendaftaran sampai dengan hari kesepuluh sejak pendaftaran dibuka.

Beasiswa Bidik Misi (Beasiswa Pendidikan Bagi Calon Mahasiswa Berprestasi) 2010

Persyaratan utama mendaftar program beasiswa ini adalah para siswa SMA/ SMK/ MA/ MAK atau sederajat yang dijadwalkan lulus pada 2010 mendatang. Pendaftar adalah siswa atau calon mahasiswa dari keluarga yang secara ekonomi kurang mampu dan berprestasi, baik di bidang akademik/ kurikuler, ko-kurikuler maupun ekstrakurikuler yang diketahui oleh Kepala Sekolah/Pimpinan Unit Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Kabupaten/ Kota.
Adapun prestasi akademik/ kurikuler yang dimaksud adalah peringkat 25 persen terbaik di kelas, sedangkan prestasi pada kegiatan ko-kurikuler dan/ atau ekstrakurikuler minimal peringkat ke-3 di tingkat Kabupaten/ Kota dan harus sesuai dengan program studi yang dipilih.
Dana beasiswa dan biaya pendidikan yang diberikan melalui program Bidik Misi 2010 ini sebesar Rp 5.000.000 (lima juta rupiah) per mahasiswa per semester yang diprioritaskan untuk biaya hidup.
Info lebih lengkap: Program Beasiswa Bidik Misi

Sabtu, Mei 02, 2009

Ketika Dua Kali Dua Sama Dengan Lima


Dalam matematika, untuk membuktikan bahwa sebuah rumus berlaku untuk semua bilangan (misalnya), maka kita harus membuktikan dengan mengambil sembarang bilangan (dinotasikan dengan variabel). Dan jika berhasil, maka pembuktian tersebut sah. Sedangkan jika kita ingin membuktikan bahwa suatu rumus adalah salah, maka kita cukup mengambil salah satu bilangan saja, dan jika terbukti salah, maka rumus tersebut tidak berlaku.

Dalam pembuktian di atas, saya mengambil satu beberapa bilangan saja, dan terbukti bahwa 2 x 2 = 5. Nah, tugas Anda adalah mencari langkah mana yang tidak tepat. Selamat mengamati. Sekali lagi saya tidak ingin meracuni pikiran Anda. Refleksinya adalah: bahwa kita harus selalu bersikap kritis terhadap segala hal yang

Sumber: http://feedproxy.google.com/~r/SemuaTentangKomputerDanMatematika/~3/xg7JbbKj6lY/

Selasa, April 21, 2009

Atur Siasat Hadapi UN

"WADUH ...gawat!!! ujian nasional alias UN bentar lagi nie... Gila aja, aja hari itu jadi penentuan buat kita selama tiga tahun....Kan nggak banget, kalo gara-gara UAN, kita jadi terhambat lulus.
Visi readers, khususnya pelajar kelas 3 SMP dan SMA, pasti lagi deg-degan ngadepin hari itu. Eh, jangan hanya cemas, siapin diri dong. Apa aja sich yang biasanya Kamu siapkan untuk ngadepin UN ? Hasil pantauan visi di lapangan, rupanya mayoritas (42 persen) sepakat untuk bikin kelompok belajar. Kemudian, ada juga (15,7 persen) yang lebih milih ikut bimbingan belajar dan pake system kebut semalam (15,3 persen). Selain itu, 14,7 persen lainnya lebih suka nanya pelajaran yang sulit alias konsultasi langsung dengan guruh. Eh, ada juga yang buat contekan lho (3,3 persen). Idiih nggak keren banget usahanya ya ?!
Kenapa sih, emangnya pelajarannya sangat sulit ya, hingga mesti pake buat contekan. Ngomong soal sulit, pelajaran apa sih yang paling sulit di UN. Tarraa..ternyata 61,3 persen kompak menjawab : Matematika !!!
Posisi kedua dengan presentase 24,3 persen adalah Bahasa Inggris. Selanjutnya, fisika (9 persen) dan kimia (0,7 persen) juga termasuk pelajar tersulit berikutnya.
Melihat banyaknya pelajaran yang susah saat UN, berbagai persiapan nich kudu kita lakukan. But, meskipun begitu, masih ada juga kendala yang muncul.
Kendala yang terbesar menurut responden (36,7 persen) adalah tingginya standar nilai UN. Selanjutnya karena pola belajar (24,7 persen) yang nggak sesuai, dan banyaknya mata pelajaran yang diujikan (21 persen).
Mengenai standar, emang sih tiap tahun kayaknya standar UN selalu dinaikkan. Setuju nggak Kamu ? Rupanya soal ini masih pro dan kontra juga. Ada yang oke-oke aja (55 persen)." Setuju lah,coz kalo nilai UAN dinaikkin, itu bisa memotivasi kita untuk lebih giat lagi belajarnya," ujar M Nanda P(16), siswa SMAN 17.
Mengamini pendapat Nanda, Rikha juga mengaku nggak terlalu masalah. "Yupz,gw setuju nilai UAN dinaikkin. Kan itu juga bisa meningkatkan mutu SDM kita," celoteh siswi SMKN 3 Palembang ini.
Selain setuju, pihak yang ogah alias menolak juga ada nggak sedikit lho (45 persen). "Wah, terlalu tinggi standardnya, pa yakin kita-kita bisa lulus secara murni?' tukas Tari (15) siswi SMAN 13.
"Yaeyalah, belum tentu dengan meningkatnya standard nilai UAN bias memperbaiki mutu pendidikan kita" tambah Ria Sonja (14),siswi SMK Pelayaran.
Ngelihat betapa sulitnya ngejar standar UN, situasi yang menguntungkan saat ujian tentu nggak disia-siakan. Misalnya dapat contekan saat ujian. 64,3 persen mengaku akan menerima contekan itu dengan gembira. "Terima dunk, untuk apa nyia-nyiain kesempatan emas, lagi pula itu kan bisa jadi bahan pertimbangan jawban kita," ujar Fahrul (14)salah satu siswa SMP di Palembang. "Pastinya diterima, kesempatan jangan dibiarkan lewat" tukas Widya, siswi SMAN6.
Eits..tunggu dulu, ada juga yang nggak mau lho (35,7 persen). "Belum tentu juga jawaban yang mereka kasih bener," kata Pratiwi(16) SMAN 6 beralasan.
"Ah, mencontek itu hal buruk, gak baik buat kita", sambung Novi, salah satu siswi SMA di Palembang. Syukur deh, masih ada yang nyadar...
Tapi, kalo nggak lulus gimana dong. Kan ada ujian paket. Solusi itu yang diajukan oleh 50,3 persen responden. Selain ngasih solusi, responden juga merasa ikut prhatin, kalo ada temen di sekolah yang nggak lulus.
Sebenarnya, ketentuan lulus nggak lulus itu sebaiknya ditentuin ama pihak diknas atau sekolah ya ? Sebanyak 82,3 persen lebih memilih pihak sekolah untuk menentukan kelulusan siswa-siswanya. Sisanya 17,7 persen malah lebih suka kalo Diknas yang mengambil keputusan kelulusan. Hmm..UN itu emang sangat penting buat kita. Coz, selama ini udah susah payah belajar selama tiga tahun. Pada nggak mau khan kalo tiba-tiba klian gak lulus hanya karena UN. Makanya, mulai dari sekarang persiapkanlah mental dan fisik kalian untuk menghadapi itu. Melihat setiap tahun standar nilai selalu meningkat. Jadi, buat Visi readers, Semangat ya !jangan lupa belajar biar lulus. Tiap tahun standar meningkat dan persiapkanlah semuanya dari sekarang, mumpung masih banyak waktu, ok? (Vis*30)

Di copy dari http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_frontpage&Itemid=1 by Rusipal, pada tanggal 12 April 2009