Blog ini memuat berbagai makalah, bahan presentasi, perangkat pembelajaran, bahan ajar fisika SMA, photo-photo kegiatan siswa, dan hal-hal lain yang berkenaan dengan pendidikan secara umum yang didapat dari berbagai sumber
Senin, Januari 03, 2011
JADWAL PELAKSANAAN SNMPTN 2011
Beasiswa Bidik Misi (Beasiswa Pendidikan Bagi Calon Mahasiswa Berprestasi) 2010
Selasa, Januari 26, 2010
Prediksi Soal UN Fisika SMA/MA Tahun 2010
Jumat, Januari 01, 2010
POS UN SMA-MA Tahun 2010
Peraturan Presiden RI No. 52 Tahun 2009
Nomor 52 Tahun 2009
Tentang
Tambahan Penghasilan Bagi Guru Pegawai Negeri Sipil
Untuk selengkapnya klil link download
Permendiknas No. 84 Tahun 2009
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
NOMOR 84 TAHUN 2009
TENTANG
PERUBAHAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 75 TAHUN 2009 TENTANG UJIAN NASIONAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH (SMP/MTs), SEKOLAH MENENGAH PERTAMA LUAR BIASA (SMPLB), SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH (SMA/MA), SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA (SMALB), DAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) TAHUN PELAJARAN 2009/2010
Untuk selengkapnya klik link download
Minggu, Desember 13, 2009
Pelatihan Desain Media Pembelajaran di Pustekom dalam rangka menjadi guru yang baik











Memiliki Kompetensi dalam Ilmunya
Menjadi Teladan yang Baik bagi Anak Didiknya
Seorang pelajar pasti selalu melihat gurunya. Baginya, seorang guru adalah contoh berakhlak dan bertingkah laku, seperti halnya ia mengambil ilmu darinya. Oleh karena itu, seorang guru berpengaruh besar dalam pembentukan kepribadian seorang murid. Rasulullah sendiri dapat mempengaruhi khalayak ramai saat itu hanya dengan keteladanan beliau yang baik. Tidak heran bila waktu itu banyak orang Arab yang masuk Islam secara beramai-ramai. Tentang pentingnya keteladanan ini, Al-Quran menjelaskan dalam firman Allah Swt. berikut: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah, hari akhir (kiamat), dan dia banyak menyebut Allah,” (QS Al-Ahzab [33]: 21).
http://bk-stkip-pontianak.webs.com/apps/blog/show/678257-ciri-ciri-guru-konstruktivis
http://sutisna.com/pendidikan/strategi-belajar-mengajar/ciri-ciri-guru-yang-baikefektif/
M-KIS Jalan-Jalan Ke Curup





Selasa, Desember 08, 2009
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Berdasarkan sejarah perkembangannya, istilah teknologi pendidikan mulai digunakan sejak tahun 1963, dan secara resmi diikrarkan oleh Association of Educational and Communication Technology (AECT) sejak tahun 1977, walaupun adakalanya terjadi overlapping penggunaan istilah tersebut dengan teknologi pembelajaran. Namun, kedua istilah tersebut masih terus digunakan sesuai dengan pertimbangan penggunanya. Finn (1965) mengungkapkan bahwa di Inggris dan Kanada lebih lazim digunakan istilah teknologi pendidikan, sedangkan di Amerika Serikat banyak digunakan istilah teknologi pembelajaran. Tapi adakalanya kedua istilah tersebut digunakan secara serempak dalam kegiatan yang sama. Dan akhir-akhir ini berkembang konsep bahwa teknologi pembelajaran lebih layak digunakan untuk konteks penyelenggaraan pengajaran.
Untuk mendapatkan makalah selengkapnya klik link download
Dicopy dari: http://ro3d7.files.wordpress.com/2008/05/teknologi-pendidikan.doc
PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM
Pendahuluan
Kegiatan pengembangan kurikulum membutuhkan perencanaan dan sosialisasi, agar pihak-pihak terkait memiliki persepsi dan tindakan yang sama. Pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan kurikulum meliputi pakar ilmu pendidikan, khususnya pakar pengembangan kurikulum dan teknologi pendidikan, yang bertindak sebagai tenaga ahli atau konsultan kurikulum.
Di tingkat pusat, tingkat provinsi, serta kabupaten atau kota, masing-masing pihak berkaitan, baik secara struktural maupun secara fungsional dalam pengelolaan, pengembangan, implementasi, pengawasan, dan perbaikan kurikulum.
Administrasi Pendidikan tingkat pusat dan daerah juga memiliki tugas dan tanggung jawab, baik dalam penyusunan kerangka kurikulum, maupun dalam pengembangan dan penilaiannya. Supervisor (pengawas) bertugas memberikan bimbingan profesional, baik dalam aspek akademik maupun manajerial kepada guru-guru, sedangkan kepala sekolah bertanggung jawab sebagai pimpinan sekolah yang mengkordinasikan dan mengawasi pelaksanaan kurikulum di sekolahnya.
Pada dasarnya, organisasi sosial kemasyarakatan, asosiasi industri dan bisnis, persatuan atau asosiasi keilmuan (profesi) dan lembaga atau tokoh keagamaan, sebaiknya menjadi pihak-pihak yang terlibat aktif dalam proses pengembangan kurikulum.