Selasa, Oktober 28, 2008

Merpati Menentukan Arah Menggunakan Medan Magnet

Burung-burung merpati ternyata menggunakan medan magnet Bumi untuk menemukan jalan pulang setelah terbang jauh, demikian diungkapkan para ilmuwan dalam tulisan di majalah Nature. Menurut para peneliti, burung-burung itu sepertinya menggunakan partikel magnetik kecil di paruh mereka untuk mengindera medan magnet planet kita.

Burung merpati memakai kemampuan mereka untuk menciptakan semacam peta dari medan magnet, lalu memanfaatkannya untuk menemukan arah kembali ke rumah, demikian diungkapkan ilmuwan-ilmuwan Selandia Baru. Pandangan ini merupakan tantangan bagi teori yang mengatakan bahwa burung-burung merpati menggunakan bau untuk menentukan arah.

Dalam penelitiannya, Cordula Mora dan rekan-rekannya dari Universitas Auckland, Selandia Baru, menempatkan burung-burung merpati dalam sebuah lorong-lorong kayu dengan sebuah platform tempat makanan di masing-masing ujung lorong. Di bagian luar sistem lorong diletakkan juga kumparan magnet.

Burung merpati tersebut telah dilatih untuk berjalan menuju salah satu platform makanan bila kumparan magnet dimatikan, dan ke platform lain bila kumparan dinyalakan.

Para ilmuwan kemudian melakukan uji coba untuk mempelajari kemampuan merpati mendeteksi medan magnet. Mula-mula mereka menempelkan magnet pada paruh burung. Akibatnya, kemampuan mengetahui apakah kumparan magnet dinyalakan atau dimatikan menjadi berkurang secara drastis.

Kedua, tim peneliti membuat mati rasa bagian atas paruh merpati. Hasilnya, merpati juga menjadi kesulitan mendeteksi apakah kumparan menyala atau mati.

Dalam percobaan selanjutnya, para ilmuwan memotong saraf trigeminal (saraf yang membawa sinyal optis dan sinyal lain ke otak) merpati dan mereka menemukan bahwa sense magnetiknya kembali terganggu.

Adapun gangguan di atas tidak terjadi ketika para peneliti memotong saraf olfactory (yang menghantarkan sinyal bau-bauan ke otak), suatu hal yang berlawanan dengan teori bahwa merpati menentukan arah menggunakan bau-bauan.

Secara keseluruhan, riset di atas sesuai dengan pandangan bahwa merpati mendeteksi medan magnet menggunakan partikel di bagian paruh atasnya. Keberadaan partikel magnetik di paruh ini telah diketahui sejak tahun 1970-an.

Pada penelitian sebelumnya, selain menggunakan medan magnet, burung merpati ternyata juga menghapalkan tanda-tanda jalan untuk menemukan arah, bila ia terbang pada jarak dekat. (bbc.co.uk/wsn)

Di Copy dari Artikel Sains & Teknologi, Oktober 2008

Senin, Oktober 27, 2008

Rusipal: Coba-coba


Bekerjalah bagaikan tak butuh uang, mencintailah bagaikan tak pernah disakiti. menarilah bagaikan tak seorangpun sedang menonton.

(Mark Twain)

Jangan lihat masa lampau dengan penyesalan; angan pula lihat masa depan dengan ketakutan; tetapi lihatlah sekitar anda dengan kesadaran.

(Jarnes Thurber)

Agar dapat mmbahagiakan seseorang,isilah tangannya dengan kerja, hatinya dengan kasih saying, pikirannya dengan tujuan, ingatannya dengan ilmu yang bermanfaat, masa depannya dengan harapan, dan perutnya dengan makanan.

(Frederick E.Crane)

Kita seharusnya di ajar untuk tidak menungu inspirasi untuk memulai sesuatu. Tindakan selalu melahirkan inspirsi. Sedangkan inspirasi jarang diikuti dengan tindakan.

(Frnak Tibolt)

Tidak banyak gunanya memberi tahu orang lain tentang kesulitan anda, separuh dari mereka tidak perduli, sedangkan separuh lainnya senang mendengarnya.

(Brenda French)

Ujian bagi seseorang yang sukses bukanlah pada kemampuannya untuk mencegah munculnya masalah, tetapi pada waktu menghadapi dan menyelesaikan setiap kesulitan saat maslah itu terjadi.

(David J.Schwartz)

Bagi beberapa orang, berfikir negative merupakan kebiasaan, yang sejalan dengan berlalu nya waktu akan berubah menjadi sebuah kecanduan. Seprti penyakit, seperti kecanduan alcohol, berlebihan makanan atau kecanduan obat terlarang. Banyak orang yang menderita akibat penyakit ini karena berfikir negative merusak tiga hal berikut: jiwa, tubuh, dan perasaan.

(Peter McWilliams)